16 Apr 2019

Hari Kemerdekaan yang Berbeda

16 Apr 2019


Malam semakin gelap, suhu udara di desa Merah Arai mulai dingin. Seperti biasanya, meskipun siang panas, namun malam tetap dingin. Suara orang-orang terdengar jelas di arah seteher sungai. Suaranya seperti suara orang kelelahan. Ya. Jam 22.30 rombongan Komunitas Mari Melihat sudah tiba setelah menempuh perjalanan 10 jam menggunakan perahu menelusuri sungai kayan di musim kemarau.

Kali ini Desa kami kembali beruntung, nampaknya semakin terkenal. Banyak yang mengunjungi. Tahun 2018 yang mengunjungi adalahKomunitas Mari Melihat. Akhir 2017 lalu, desa Merah Arai dikunjungi oleh Tim Trans7, mereka meliput aktivitas masyarakat dan sekolah, wajah-wajah lugu masyarakat desa terlihat di TV dalam program, “Indonesiaku”. Mereka senang dan gembira melihat wajahnya nampak di TV. Tidak hanya itu, menyaksikan aktivitas peliputan pun sebuah hiburan yang tak terlupakan, maklum masyarakat kami adalah masyarakat pedalaman yang kurang hiburan, melihat alat-alat teknologi seperti drone, itu adalah hal baru dan aneh. Tapi tidak mengapa, yang penting masyarakat terhibur.

Komunitas Mari Melihat adalah komunitas sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan, lingkungan dan kesehatan. Komunitas yang beranggotakan anak-anak muda yang berasal dari berbagai profesi ini rela meninggalkan kemeriahan hari Kemerdekaan RI di kota demi menikmati serunya merayakan hari kemerdekaan RI ke-73 bersama masyarakat pedalaman. Kata mereka, sensasi di pedalaman beda dan unik. Saat mengunjungi desa kami, mereka memberi judul “Backpacker to Share 2 Spesial Hari Kemeredekaan”. Di hari kemerdekaan kali ini, desa kami menjadi spesial.  Tidak tanggung-tanggung, Komunitas Mari Melihat memboyong pasukan sebanyak 26 orang, yang siap berbagi donasi, pengalaman dan ilmu untuk masyarakat dan pelajar di SDN 15 Merah Arai.

*****
Kata kepala Desa, 17 Agustus 2018, adalah hari sangat bersejarah bagi masyarakat Merah Arai, karena hari ini, perangkat desa, warga sekolah dan seluruh masyarakat melaksanakan upacara bersama dalam memperingati hari Kemerdekaan RI ke-73. Upacara bersama seperti ini sebelumnya belum pernah dilaksanakan. Momentumnya sangat indah, diinisiasi oleh Komunitas Mari Melihat sehingga bisa dilaksanakan upacara bersama. Kabarnya, upacara bersama dan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan rakyat akan dijadikan kegiatan wajib di desa Merah Arai pada tahun-tahun berikutnya.

Setelah upacara, Komunitas Mari Melihat melakukan berbagai kegiatan edukasi kepada para pelajar, di akhir kegiatan juga dilakukan pembagian 100 paket pendidikan (tas sekolah dan alat tulis) untuk seluruh siswa SDN 15 Merah Arai. Disamping itu, mereka juga memberikan donasi berbagai alat bangunan untuk merehab bangunan sekolah yang rusak.

sumber: http://www.darmanreubee.com/

Show comments